MAKALAH
BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN
“ MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN ”
Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran
Dengan
Dosen Pembimbing Drs. H.syafe’i Firdaus, M.M.Pd
Disusun oleh:
Nama : EBIN. SIROJUTOLIBIN
Fakultas : Tarbiyah
Prodi : PAI
Semester : Enam (VI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
SYAMSUL ‘ULUM
GUNUNG PUYUH SUKABUMI JAWA BARAT
2013/2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunianya terutama rahmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya
dapat menyusun makalah tentang Motivasi Dalam
Pembelajaran ini. Ucapan terimakasih juga saya haturkan kepada
bapak dosen mata kuliah Belajar dan pembelajaran Drs. H.syafe’i Firdaus, M.M.Pd.
Layaknya manusia yang tidak memiliki
kesempurnaan, mungkin dalam penyusunan makalah
ini terdapat berbagai macam kesalahan, oleh karena itu saya mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak untuk menyempurnakan makalah ini.
Sukabumi, April 2014
Penulis
|
EBIN
SIROJUTOLIBIN
11.T1.4174
|
|
|
|
|
Daftar Isi
|
KATA
PENGANTAR ……………………………………………………………...
|
i
|
|
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..
|
ii
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang …………………………………………………………………….
|
1
|
|
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teori tentang Motivasi Belajar ………………………………………..
2.1.1 Pengertian Motivasi Belajar
…………………………………………………...
2.1.2 Pentingnya Motivasi dalam Belajar
……………………………………………
2.1.3 Jenis Motivasi
………………………………………………………………….
2.1.4 Sifat Motivasi
………………………………………………………………….
2.1.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Motivasi Belajar ………………………….
2.1.6 Prinsip-prinsip Motivasi Belajar
……………………………………………….
2.1.7 Fungsi Motivasi dalam Belajar
………………………………………………...
2.2 Upaya-upaya Membangkitakan
Motivasi Belajar Siswa .................................
|
2
2
2
2
3
3
4
6
6
|
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………
3.2 Saran
……………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………...
|
10
10
10
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar untuk
menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran.
Salah satu faktor dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam
proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar,
motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri yang menimbulkan
kegiatan belajar,yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi
belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Seseorang
yang mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, bisa gagal karena kurang adanya
motivasi dalam belajarnya.
Motivasi mempunyai
peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi
guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara
dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat
menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan
belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong
motivasi. Sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi belajar
adalah faktor metode pembelajaran. Selain siswa, unsur terpenting yang ada
dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Guru sebagai pengajar yang memberikan
ilmu pengetahuan sekaligus pendidik yang mengajarkan nilai-nilai, akhlak, moral
maupun sosial dan untuk menjalankan peran tersebut seorang guru dituntut untuk
memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas yang nantinya akan diajarkan kepada
siswa. Seorang guru dalam menyampaikan materi perlu memilih metode mana yang
sesuai dengan keadaan kelas atau siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti
pelajaran yang diajarkan. Dengan variasi metode dapat meningkatkan kegiatan
belajar siswa.
2.1 Kajian Teori tentang
Motivasi Belajar
2.1.1 Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah dorongan
mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia ke dalam bentuk
aktivitas nyata untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil
dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
2.1.2 Pentingnya Motivasi dalam Belajar
Motivasi belajar penting bagi siswa
dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut:
Ø Menyadarkan
kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir,
Ø Menginformasikan
tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya,
Ø Mengarahkan
kegiatan belajar,
Ø Membesarkan
semangat belajar,
Ø Menyadarkan
tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja, siswa dilatih untuk
menggunakan kekuatannya sehingga dapat berhasil.
Motivasi belajar juga penting
diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar
pada siswa bemanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut:
Ø Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara
semangat siswa,
Ø Mengetahui
dan memahami motivasi belajar siswa,
Ø Meningkatkan
dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti
sebagai penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, dan penyemangat.
2.1.3 Jenis
Motivasi
Ø Motivasi Primer
Motivasi
primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar atau motif
bawaan. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau
jasmani manusia yang timbul akibat proses kimiawi fisiologik yang terdapat pada
setiap orang.
Ø Motivasi Sekunder
Motivasi
sekunder adalah motivasi yang diperoleh dari belajar melalui pengalaman.
Motivasi sekunder ini, oleh beberapa ahli disebut juga motivasi sosial.
Lingdren (dalam Max Darsono, 2001 : 62) menyatakan bahwa motivasi sosial adalah
motivasi yang dipelajari dan bahwa lingkungan individu memegang peran yang
penting.
2.1.4
Sifat
Motivasi
Berdasarkan sifatnya motivasi dapat
dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
Ø Motivasi
Intrinsik.
Motivasi
intrinsik adalah motivasi yang timbul dari diri sendiri dan tidak dipengaruhi
oleh sesuatu di luar dirinya karena dalam setiap diri individu sudah ada
dorongan untuk melakukan sesuatu. Orang yang tingkah lakunya digerakkan oleh
motivasi intrinsik, baru akan puas kalau tingkah lakunya telah mencapai hasil
tingkah laku itu sendiri. Misalnya seorang siswa menyelesaikan pekerjaan rumah
tentang soal-soal matematika, bertujuan untuk memahami konsep-konsep matematika
melalui penyelesaian soal-soal itu, bukan karena takut kepada guru atau ingin
mendapat pujian dari guru.
Ø Motivasi
Ekstrinsik
Motivasi
ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dalam diri seseorang karena pengaruh
dari rangsangan di luar perbuatan yang dilakukannya. Tujuan yang diinginkan
dari tingkah laku yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak di luar
tingkah laku itu. Misalnya siswa yang sedang menyelesaikan pekerjaan rumah,
sekedar mematuhi perintah guru, kalau tidak dipatuhi guru akan memarahinya.
2.1.5
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Di dalam kehidupan sehari-hari
motivasi banyak dipelajari, termasuk motivasi dalam belajar. Oleh karena itu
motivasi belajar dapat timbul tenggelam atau berubah, disebabkan beberapa
faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar
adalah sebagai berikut:
Ø Cita-cita atau Aspirasi
Cita-cita
disebut juga aspirasi adalah suatu target yang ingin dicapai. Penentuan target
ini tidak sama bagi semua siswa. Target ini diartikan sebagai tujuan yang
ditetapkan dalam suatu kegiatan yang mengandung makna bagi seseorang.
Ø Kemampuan Belajar
Dalam
belajar dibutuhkan berbagai kemampuan. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek
psikis yang terdapat dalam diri siswa misalnya pengamatan, perhatian, ingatan,
daya pikir, dan fantasi.
Ø Kondisi Siswa
Kondisi
siswa yang mempengaruhi motivasi belajar berkaitan dengan kondisi fisik, dan
kondisi psikologis. Tetapi biasanya guru lebih cepat melihat kondisi fisik,
karena lebih jelas menunjukkan gejalanya dari pada kondisi psikologis.
Ø Kondisi Lingkungan
Kondisi
lingkungan merupakan unsur-unsur dari luar diri siswa yaitu lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyarakat. Bagi guru hal ini penting, karena guru terlibat
langsung dalam pembelajaran siswa. Guru harus berusaha mengelola kelas,
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk memotivasi belajar siswa.
Ø Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar
Unsur-unsur
dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannya dalam proses
belajar tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah dan bahkan hilang
sama sekali khususnya kondisi-kondisi yang sifatnya kondisional. Misalnya
keadaan emosi siswa, gairah belajar, situasi dalam belajar, dan lain-lain.
Ø Upaya Guru Membelajarkan Siswa
Upaya yang
dimaksud di sini adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan
siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian
siswa, mengevaluasi belajar siswa, dan lain-lain.
2.1.6
Prinsip-prinsip
Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai peranan yang
strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar
tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar
peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar
tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas
belajar-mengajar. Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam
uraian berikut:
Ø Motivasi
sebagai Dasar Penggerak yang Mendorong Aktivitas Belajar
Seseorang
melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Motivasilah sebagai
dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. Bila seseorang sudah
termotivasi untuk belajar, maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalam
rentang waktu tertentu. Oleh karena itulah, motivasi diakui sebagai dasar
penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang.
Ø Motivasi
Intrinsik Lebih Utama daripada Motivasi Ekstrinsik dalam Belajar
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar. Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar. Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
Ø Motivasi
Berupa Pujian Lebih Baik daripada hukuman
Meski
hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat belajar anak didik, tetapi
masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap orang senang dihargai dan
tidak suka dihukum dalam bentuk apa pun juga. Memuji orang lain berarti
memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini akan memberikan
semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi
pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan kondisi yang
tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek.
Ø Motivasi
Berhubungan Erat dengan Kebutuhan dalam Belajar
Dalam
kehidupan, anak didik membutuhkan penghargaan. Perhatian, ketenaran, status,
martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang wajar bagi anak didik.
Semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam belajar. Guru yang
berpengalaman harus dapat memanfaatkan kebutuhan anak didik, sehingga dapat
memancing semangat belajar anak didik agar menjadi anak yang gemar belajar.
Anak didik pun giat belajar untuk memenuhi kebutuhannya demi memuaskan rasa
ingin tahunya terhadap sesuatu.
Ø Motivasi
dapat Memupuk Optimisme dalam Belajar
Siswa yang
mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap
pekerjaan. Dia yakin bahwa belajar bukan kegiatan yang sia-sia. Hasilnya akan
berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari mendatang.
Ø Motivasi
Melahirkan Prestasi dalam Belajar
Dari
berbagai hasil penilitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi
prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik
buruknya prestasi belajar seorang anak didik. Anak didik menyenangi mata
pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata pelajaran itu. Selain memiliki
bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap. Setiap ada kesempatan selalu mata
pelajaran yang disenangi itu yang dibaca. Ulangan pun dilewati dengan mulus
dengan prestasi yang gemilang.
2.1.7
Fungsi
Motivasi dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar
pasti ditemukan anak didik yang malas berpartisipasi dalam belajar. Sedikit pun
tidak bergerak hatinya untuk mengikuti pelajaran dengan cara mendengarkan
penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Sementara anak
didik yang lain aktif berpartisipasi dalam kegiatan.
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:
v Motivasi
sebagai pendorong perbuatan
Pada mulanya
anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang
dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang belum diketahui itu
akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Oleh
karena itu, motivasi mempunyai fungsi sebagai pendorong perbuatan siswa.
v Motivasi
sebagai penggerak perbuatan
Dorongan
psikologis yang melahirkan sikap siswa merupakan suatu kekuatan yang tak
terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik yang
berfungsi sebagai penggerak perbuatan siswa. Sikap berada dalam kepastian
perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana,
prinsip, dan hukum. Sehingga mengerti betul isi yang dikandungnya. Berdasarkan
pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai
penggerak perbuatan.
v Motivasi
sebagai pengarah perbuatan
Anak didik
yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan
dan mana perbuatan yang harus diabaikan. Sesuatu yang akan dicari anak didik
merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itulah sebagai
pengarah yang memberikan motivasi pada anak didik dalam belajar. Segala sesuatu
yang menggangu pikirannya dan dapat membuyarkan konsentrasinya diusahakan
disingkirkan jauh-jauh. Itulah peranan motivasi yang dapat mengarahkan
perbuatan anak didik dalam belajar.
2.2 Upaya-upaya Membangkitakan Motivasi Belajar Siswa
Motivasi dipandang sebagai dorongan
mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk siswa.
Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan,
menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilakusiswa. Ada tiga komponen dalam
motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.
Dalam proses interaksi belajar
mengajar, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, diperlukan untuk
mendorong anak didik agar tekun belajar. Ada beberapa upaya motivasi yang dapat
dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai
berikut:
v Memberi
Angka
Angka adalah
sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka
merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik
untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar mereka di
masa mendatang. Angka ini biasanya terdapat dalam buku rapor sesuai jumlah mata
pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.
v Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai.
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai.
v Kompetisi
Kompetisi
adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak
didik agar mereka bergairah dalam belajar. Persaingan, baik dalam bentuk
individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini bisa
dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif.
Bila iklim belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik telah
terlihat dalam kompetisi untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan.
Selanjutnya, setiap anak didik sebagai individu melibatkan diri mereka
mesing-masing ke dalam aktivitas belajar.
v Ego-Involvement
Menumbuhkan
kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai
suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri sebagai
salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan
segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya.
Siswa akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.
v Memberi
Ulangan
Anak didik
biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi
ulangan. Namun demikian, ulangan tidak selamanya dapat digunakan sebagai alat
motivasi. Ulangan yang guru lakukan setiap hari dengan tidak terprogram, akan membosankan
anak didik. Oleh karena itu, ulangan akan menjadi alat motivasi bila dilakukan
secara akurat dengan teknik dan strategi yang sistematis.
v Mengetahui
Hasil
Mengetahui
hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil,
anak didik terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi bila hasil belajar itu
mangalami kemajuan, anak didik berusaha untuk mempertahankannya atau bahkan
meningkatkan intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi belajar yang lebih
baik di kemudian hari atau pada semester atau catur wulan berikutnya.
v Pujian
Pujian yang
diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. Pujian
adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang
baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam
mengerjakan pekerjaan di sekolah. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja,
bukan dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik.
Dengan begitu anak didik tidak antipati terhadap guru, tetapi merupakan figur yang
disenangi dan dikagumi.
v Hukuman
Meski
hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat
dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan
merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena
dendam. Pendekatan edukatif dimaksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan
bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah.
Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak mengulangi
kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi pelanggaran. Akan
lebih baik bila anak didik berhenti melakukannya di hari mendatang. Oleh karena
itu, hukuman hanya diberikan oleh guru dalam konteks mendidik seperti
memberikan hukuman berupa membersihkan kelas, menyiangi rumput di halaman
sekolah, membuat resume atau ringkasan, atau apa saja dengan tujuan mendidik.
v Hasrat untuk
Belajar
Hasrat untuk
belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan
lebih baik bila dibandingkan dengan segala kegiatan tanpa maksud. Hasrat untuk
belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar,
sehingga sudah pasti hasilnya akan lebih baik daripada anak didik yang tidak
berhasrat untuk belajar. Diakui, hasrat untuk belajar adalah gejala psikologis
yang tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kebutuhan anak didik
untuk mengetahui sesuatu dari objek yang akan dipelajarinya. Kebutuhan itulah
yang menjadi dasar aktivitas anak didik dalam belajar. Tidak ada kebutuhan berarti
tidak ada hasrat untuk belajar. Itu sama saja tidak ada minat untuk belajar.
v Minat
Minat adalah
kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa
aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan
aktivitas itu sacara konsisten dengan rasa senang. Dengan kata lain, minat
adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau
aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan
suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat
atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
v Tujuan yang
Diakui
Rumusan
tujuan yang diakui dan diterima baik oleh anak didik merupakan alat motivasi
yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, dirasakan
anak sangat berguna dan menguntungkan, sehingga menimbulkan gairah untuk terus
belajar
3.1
Kesimpulan
Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses
belajar mengajar antara seorang guru dan siswa nya dan motivasi belajar setiap
orang bisa jadi tidak sama. Kita harus mengetahui arti motivasi itu sendiri,
agar kita dapat memahami arti dari motivasi itu sendiri dan dapat melaksanakan
nya dalam kehidpan kita. Jenis motivasi seperti apa yang kita butuhkan untuk
membangkitkan agar kita termotivasi. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar dapat berasal dari dalam diri antara lain motivasi belajar,
sedangkan faktor dari luar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar
diantaranya adalah faktor metode pembelajaran dan faktor lingkungan. Bila faktor
lingkungan dalam keadaan baik maka akan berdampak baik pula terhadap diri kita
dan sebaliknya jika lingkungan sekitar tidak baik maka akan berpengaruh negatif
dan upaya apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi situasi seperti itu. Jika
semua dapat teratasi maka kita siap untuk meraih cita-cita yang diharapkan.
3.2 Saran
Setelah mengetahui arti penting motivasi bagi siswa
dan juga guru , maka di harapkan bagi guru agar selalu menjaga motivasi belajar
siswanya . Guru juga harus paham akan kebutuhan motivasi anak didiknya. Karena
motivasi yang di butuhkan masing-masing siswa itu berbeda.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø Dimyati dan
Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Ø Ngalim
Purwanto. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Ø Slameto.
2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka
Cipta.
Ø Syaiful
Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Ø Syaiful
Bahri Djamarah. 2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Ø Syaiful
Bahri Djamarah. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar